Harga pangan jelang Iduladha 2026 melonjak signifikan di pasar-pasar tradisional seluruh Indonesia. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per 26 Mei 2026, cabai merah besar menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi — menembus Rp91.250 per kg atau naik 65% dari periode sebelumnya. Daging sapi, ayam, dan telur ikut terkerek naik. Sekjen Ikappi memperkirakan puncak lonjakan harga pangan baru terjadi pada H-1 Iduladha atau Selasa 26 Mei — tepat hari ini. Waspada dan siapkan anggaran ekstra!
Baca juga: Long Weekend 6 Hari Iduladha Mei 2026 — Jadwal Lengkap & Tips Ambil Cuti
Harga Pangan Jelang Iduladha 2026 — Daftar Lengkap Semua Komoditas
Berikut data harga pangan nasional terbaru per 26 Mei 2026 berdasarkan PIHPS Bank Indonesia dan pantauan Kemendag:
| Komoditas | Harga Terkini | Perubahan | HET/HAP |
|---|---|---|---|
| Cabai Merah Besar | Rp91.250 / kg | 🔴 +65,31% | — |
| Cabai Merah Keriting | Rp65.650 / kg | 🔴 +24,34% | — |
| Cabai Rawit Merah | Rp73.500 / kg | 🔴 +7,93% | — |
| Bawang Merah | Rp68.150 / kg | 🔴 +43,47% | — |
| Bawang Putih | Rp51.250 / kg | 🔴 +32,60% | — |
| Daging Sapi Kualitas I | Rp170.000 / kg | 🔴 +14,90% | HET Rp140.000 |
| Daging Sapi Kualitas II | Rp165.000 / kg | 🔴 +18,41% | — |
| Daging Ayam Ras | Rp52.500 / kg | 🔴 +35,83% | — |
| Telur Ayam Ras | Rp40.000 / kg | 🔴 +30,72% | HET Rp27.000 |
| Gula Pasir Premium | Rp24.900 / kg | 🔴 +23,27% | — |
| Minyak Goreng Curah | Rp20.400 / liter | 🟢 −0,73% | — |
| Minyakita | Rp15.854 / liter | ➡️ Stabil | HET Rp15.900 |
| Beras Medium | Rp16.150 / kg | ➡️ Stabil | — |
*Sumber: PIHPS Bank Indonesia, SP2KP Kemendag, Bisnis.com — 25–26 Mei 2026. Harga bervariasi per daerah.
🔴 Peringatan: Daging sapi kualitas I sudah menembus Rp170.000/kg — jauh di atas HET Rp140.000/kg. Daging ayam naik 35% dan telur naik 30% dari periode normal. Sekjen Ikappi memperkirakan lonjakan tertinggi terjadi hari ini H-1 Iduladha.
Apa Penyebab Harga Pangan Jelang Iduladha 2026 Melonjak?
Kenaikan harga pangan jelang Iduladha 2026 ini bukan fenomena baru — namun tahun ini lonjakan terjadi lebih tajam dari biasanya. Ada beberapa faktor yang mendorong kenaikan ini secara bersamaan.
1. Permintaan Musiman yang Melonjak Drastis
Iduladha selalu menciptakan lonjakan permintaan pangan yang signifikan — terutama untuk daging sapi, ayam, dan bahan masakan pendamping seperti cabai, bawang, dan rempah-rempah. Momen berbagi daging kurban, silaturahmi keluarga besar, dan tradisi memasak bersama membuat permintaan meningkat berlipat ganda dalam waktu singkat. Ditambah dengan potensi long weekend 6 hari, pergerakan masyarakat dan konsumsi pangan diprediksi lebih tinggi dari Iduladha tahun-tahun sebelumnya.
2. Distribusi yang Belum Efisien
Pakar ekonomi dan Sekjen Ikappi Reynaldi Sarijowan menyebut kenaikan harga pangan jelang Iduladha ini dipicu oleh kombinasi permintaan musiman yang melonjak dan distribusi pangan yang belum sepenuhnya efisien. Rantai distribusi yang panjang dari petani ke konsumen membuat harga tidak turun meski pasokan di tingkat hulu masih terjaga. Tekanan harga pangan terutama dirasakan di wilayah Jabodetabek yang menjadi pusat konsumsi terbesar.
3. Faktor Cuaca — Awan Cumulonimbus Ganggu Distribusi
BMKG memperingatkan keberadaan awan Cumulonimbus di Laut Jawa bagian barat dan Samudra Pasifik utara Papua untuk periode 26 Mei–1 Juni 2026 — tepat saat arus mudik Iduladha. Kondisi cuaca buruk ini berpotensi mengganggu jalur distribusi laut yang menghubungkan pulau-pulau besar dan memicu kelangkaan pasokan di daerah tertentu.
Kata Pemerintah — Masih di Bawah HET?
Di tengah lonjakan harga yang dirasakan masyarakat di pasar, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kondisi harga pangan nasional relatif terkendali. Menurutnya, berdasarkan data SP2KP Kemendag, beberapa komoditas utama masih diperdagangkan di bawah HET — Minyakita Rp15.854 (HET Rp15.900), daging sapi Rp137.000 (HET Rp140.000), dan telur Rp27.000 (HET yang berlaku).
Namun data PIHPS Bank Indonesia dan pantauan lapangan menunjukkan gambaran yang berbeda — daging sapi di banyak pasar tradisional sudah menembus Rp165.000–Rp170.000/kg, telur Rp40.000/kg, dan ayam Rp52.500/kg. Perbedaan ini wajar terjadi karena data pemerintah menggunakan rata-rata nasional sementara harga di pasar tertentu bisa jauh lebih tinggi.
💡 Imbauan Pemerintah: Kemendag mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena pasokan pangan nasional masih mencukupi. Beli sesuai kebutuhan dan manfaatkan pasar induk atau swalayan besar yang biasanya menetapkan harga lebih stabil.
Tips Belanja Hemat Jelang Iduladha 2026
Menghadapi lonjakan harga pangan jelang Iduladha 2026 ini, ada beberapa strategi yang bisa membantu pengeluaran belanja lebih efisien:
- Beli di pasar induk atau supermarket besar. Harga biasanya lebih stabil dan terstandarisasi dibanding pasar tradisional kecil yang rentan kenaikan harga dadakan menjelang hari raya.
- Belanja hari ini atau besok pagi H-1. Jangan tunda ke malam H-1 — harga biasanya melonjak paling tinggi pada sore dan malam menjelang hari raya.
- Gunakan cabai dan bawang beku sebagai alternatif. Produk beku di swalayan biasanya harganya jauh lebih stabil dibanding produk segar di pasar saat permintaan tinggi.
- Manfaatkan program stabilisasi harga pemerintah. Beberapa daerah menyediakan operasi pasar murah menjelang Iduladha — cek informasi di website pemerintah daerah atau Dinas Ketahanan Pangan setempat.
- Beli daging kurban langsung dari panitia masjid. Harga daging dari pembagian kurban tentu gratis — pastikan aktif di komunitas masjid atau RT untuk mendapat informasi distribusi daging kurban di sekitarmu.
FAQ — Harga Pangan Jelang Iduladha 2026
Q: Berapa harga daging sapi jelang Iduladha 2026?
A: Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, daging sapi kualitas I mencapai Rp170.000/kg dan kualitas II Rp165.000/kg — di atas HET Rp140.000/kg. Harga bervariasi per daerah.
Q: Mengapa cabai naik sangat drastis jelang Iduladha?
A: Kenaikan permintaan musiman yang tinggi bertepatan dengan cuaca buruk yang mengganggu distribusi dari sentra produksi cabai di Jawa Tengah dan Jawa Timur ke kota-kota besar.
Q: Apakah harga pangan akan turun setelah Iduladha?
A: Biasanya ya — harga pangan akan kembali normal dalam 3–7 hari setelah Iduladha seiring permintaan musiman mereda. Beras dan bawang biasanya lebih cepat stabil dibanding cabai dan daging segar.
Q: Di mana cek harga pangan resmi terkini?
A: Pantau di PIHPS Bank Indonesia dan hargapangan.id untuk data harga harian per provinsi.
Sumber: PIHPS Bank Indonesia, Kemendag SP2KP, Bisnis.com, CNBC Indonesia, iNews.id — 26 Mei 2026
#HargaPangan #HargaCabai #HargaDagingSapi #HargaAyam #HargaTelur #Iduladha2026 #BelanjaHemat #PanganNaik #HargaSembako #PIHPS


Tinggalkan Balasan